Pendidikan Berbasis Digital untuk Sumber Daya Manusia Berkualitas

June 19, 2019

Setiap revolusi merupakan agenda penting pada eranya. Begitu juga dengan revolusi industri 4.0. yang akhir-akhir ini hangat diperbincangkan di berbagai kalangan. Revolusi industri pertama, pada abad ke-18, ditandai dengan kehadiran mesin uap yang dirintis oleh Thomas Savery, Thomas Newcomen, dan James Watt.1 Disusul dengan kemunculan tenaga listrik yang memicu penemuan pesawat telepon, mobil, dan pesawat terbang dan melahirkan revolusi industri kedua. Sementara revolusi industri ketiga terwujud berkat keberadaan teknologi komputer dan internetyang berujung pada pergeseran budaya. Saat ini, melalui penemuan lima teknologi, yaitu Kecerdasan Buatan atau Artificial Intellegence (AI), Internet of Things, Human-Machine Interface, Teknologi Robot dan Sensor, serta Teknologi 3D Printing, terbukalah gerbang menuju revolusi industri keempat yang memanfaatkan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).2

Mengulang catatan sejarah revolusi sebelumnya, revolusi industri 4.0. membawa angin segar bagi kemajuan umat manusia di seluruh aspek kehidupan. Berkat AI, perusahaan pengiriman kontainer dari Hongkong, Orient Overseas Container Line (OOCL), berhasil menghemat pengeluaran sebesar US$10 juta setiap tahunnya. Sementara di India, Apollo Hospitals sukses memanfaatkan AI untuk memprediksi penyakit jantung di tubuh pasien.3 Pemerintah Indonesia sendiritelah meluncurkan agenda nasional, Making Indonesia 4.0., sebuah peta jalan terintegrasi untuk mempercepat pengembangan industri manufaktur nasional yang berujung pada peningkatan daya saing global di era digital.

Dalam rangka menyukseskan agenda tersebut, pemerintah telah menetapkan 10 langkah prioritas nasional, yakni memperbaiki alur aliran barang dan material; mendesain ulang zona industri; mengakomodasi standar-standar keberlanjutan; memberdayakan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM); membangun infrastruktur digital Indonesia; menarik minat investasi asing; membangun ekosistem inovasi; menerapkan insentif untuk investasi teknologi; melakukan harmonisasi aturan dan kebijakan; serta meningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).4

Peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) tentunya menjadi langkah yang patut mendapat sorotan penuh seluruh pemangku kepentingan dalam menyeimbangkan kemampuan teknologi dan manusia.Menurut Menteri Keuangan Indonesia, Sri Mulyani, pembangunan SDM yang berkualitas dapat dicapai dengan melakukan beberapa pengembangan di sektor pendidikan. Saat ini, Pemerintah Indonesia telah mengalokasikan anggaran tertinggi dalam APBN untuk sektor pendidikan, yakni sebesar 20%.5

Mendukung inisiatif tersebut, dalam siaran pers yang diterbitkan Kementerian Perindustrian, disebutkan juga bahwa pemerintah berencana untuk merombak kurikulum pendidikan dengan fokus pada Science, Technology, Engineering, the Arts, dan Mathematics (STEAM), serta peningkatan kualitas sekolah kejuruan. Dengan mengandalkan pendidikan berbasis STEAM, diharapkan dapat tercipta SDM berkualitas yang mampu menopang pilar manufaktur dan ekonomi digital Indonesia di era industri 4.0.6

Berangkat dari latar belakang tersebut, wajah dunia pendidikan nasional pun mulai beradaptasi.Salah satunya pada tahun 2014, yang ditandai dengan peralihan Ujian Nasional (UN) secara Paper Based Test (PBT) menjadiComputer Based Test (CBT) atau Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Setiap tahunnya, peserta UNBK mencatatkan peningkatan yang kian signifikan, yakni sebanyak 556 sekolah pada 2015, 4.382 sekolah pada 2016, dan 30.577 sekolah pada 2018.7

Mengikuti langkah Google Classroom di tingkat global, penyediaan tempat kursus daring di Indonesia pun semakin menjamur. Dengan komputer, laptop, serta gawai pintar lainnya, kegiatan belajar mengajar kini dapat dilaksanakan di dalam ruang digital tanpa hambatan jarak antara guru dan murid. Buku sebagai salah satu wadah pembelajaran juga kini telah diakomodasi dengan maraknya kehadiran e-book sebagai bahan bacaan yang mudah diakses dengan harga yang lebih terjangkau.

Menanggapi iklim digitalisasi pendidikan nasional yang terus berkembang, Mentari Group berinisiatif meluncurkan layanan Mentari Digital yang menekankan metode pembelajaran interaktif berkualitas. Dalam layanan ini, terdapat program myOn, yakni ruang baca digital yang menyajikan lebih dari 10.000 buku. Terdapat juga program Doddle sebagai sumber materi belajar, pekerjaan rumah, dan tugas yang mencakup delapan belas (18) mata pelajaran untuk tingkat SMP—SMA. Mendukung fungsi Doddle, Mentari Digital pun menyediakan program World Book Online, yakni ensiklopedia daring yang komprehensif dan akurat. Program lainnya adalah Marshall Cavendish Online, yang menyajikan kurikulum lengkap ilmu pengetahuan berbasis multimedia sehingga peserta didik dapat menyerap pelajaran dengan lebih efektif.

Tidak dapat dimungkiri, teknologi telah menjadi bagian integral dalam kehidupan manusia. Oleh karena itu, ke depan Mentari Group akan terus mencetuskan gagasan-gagasan baru merespons tuntutan zaman, khususnya pada bidang pendidikan.Pada akhirnya, Mentari Group percaya bahwa kemajuan teknologi bukanlah suatu hambatan dalam proses belajar mengajar. Jika diambil manfaatnya, teknologi justru membuka peluang bagi Indonesia untuk memajukan pendidikan menuju sumber daya manusia berkualitas.

Sumber data:

1Kumparan: “James Watt dan Kunci Revolusi Industri”. Dipublikasikan pada 28 Februari 2018.

2Kompas: “Ki Hadjar Dewantara dan ‘Guncangan’ Pendidikan.” Dipublikasikan pada 2 Mei 2018.

3Kontan: “Dampak Artificial Intellegence terhadap Pekerjaan ke Depan”. Dipublikasikan pada 2 Mei 2018.

4Kemenperin: “Pemerintah Keluarkan 10 Jurus Jitu Hadapi Revolusi Industri 4.0.”.

5Kemenkeu: “Ini Tantangan Peningkatan Kualitas SDM Indonesia Hadapi Revolusi Industri 4.0”. Dipublikasikan pada 11 April 2019.

6Berita Satu: “Menperin: Kurikulum Pendidikan di Indonesia Perlu Dirombak”. Dipublikasikan pada 11 Mei 2019

7Kemendikbud: “Tentang UNBK”.